Selamat datang di Ilmu IT ManiaxPC

Semoga dengan hadirnya website ilmu IT maniaxpc ini dapat bermanfaat bagi teman - teman yang ingin mengetahui info atau perkembangan dunia IT sekarang ini.

Ilmu IT maniaxpc akan menyediakan informasi - informasi terbaru seputar IT, tutorial, tips & trik dan masih banyak lagi.

Selasa, 15 Juni 2010 - 16:13:19 WIB
Magento vs OpenCart vs PrestaShop?
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Seputar CMS - Dibaca: 3784 kali

Dari sekian banyak paket software eCommerce yang sudah saya bahas dalam web ini, saya memperkecil pilihan menjadi Magento Commerce, OpenCart, dan PrestaShop untuk dipertimbangkan menjadi paket eCommerce yang saya rekomendasikan untuk menjalankan toko online kita. Ketiganya muncul ke permukaan karena fitur-fiturnya yang cukup lengkap, berevolusi secara konsisten, dan mengikuti tren perkembangan internet. Lalu pertanyaannya adalah mau pilih yang mana?

Saya memang sering ditanya "Software eCommerce mana yang terbaik?". Jawaban untuk pertanyaan tersebut tidaklah tunggal tapi mesti disesuaikan dengan tujuan, skenario, dan sumber daya dari masing-masing calon pedagang online. Magento Commerce sendiri tidak berada dalam satu level dengan OpenCart dan PrestaShop. Dengan kata lain target pasarnya berbeda. Sedangkan OpenCart dan PrestaShop berada dalam level yang sama, yang membuat persaingan keduanya cukup sengit.

Lainnya Tereliminasi, Kenapa?

Sebelum kita mendiskusikan lebih lanjut kira-kira mau memilih yang mana dari ketiganya, berikut saya sampaikan alasan kenapa paket-paket eCommerce lain yang sudah saya ulas di blog ini "tereliminasi" terlebih dahulu.

  • WordPress

    WordPress sangat bagus dipakai untuk publikasi melalui blog. Jika dipakai untuk ber-jualan online, WordPress hanya memenuhi fitur publikasinya. Sementara fitur-fitur lain seperti shopping cart dan checkout tidak terdapat dalam WordPress. Meskipun kita bisa menggunakan plug-in untuk menambahkan fungsi-fungsi ini, namun tidak optimal karena tidak dikembangkan secara bersama dengan WordPress sebagai satu kesatuan.

  • Quick.Cart

    Quick.Cart sebetulnya membuat perimbangan yang cukup bagus antara fungsi eCommerce dan fungsi CMS (Content Management System). Dengan perimbangan tersebut kita bisa mengisi konten produk dan berita secara berimbang dalam toko online kita. Namun, setidaknya ada dua kekurangan utama dari Quick.Cart: versi gratisnya tidak mendukung SEF (Search Engine Friendly) URL, dan menggunakan sistem berkas untuk menyimpan data.

    SEF URL adalah faktor penting dalam memasarkan sebuah toko online. Toko online pada satu tahap mesti terlibat dalam berjualan tautan atau link, yang mewakili produk yang dijual. Jika tautan kita banyak dikenal melalui search engine seperti Google dan Bing, atau tautan kita banyak di-referensi oleh situs-situs lain, niscaya banyak pelanggan baru berdatangan melalui search engine atau situs referal. Peran SEF URL di sini cukup penting untuk membuat tautan kita lebih ‘bersahabat’ dengan search engine dan lebih mudah di-refer oleh situs-situs lain.

    Penggunaan sistem berkas untuk menyimpan data berpengaruh kepada jumlah data yang bisa diproses dengan kecepatan akses ideal. Database seperti MySQL dibuat salah satunya untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh penyimpanan dengan sistem berkas. Dengan memilih sistem berkas, Quick.Cart memiliki masalah yang berkaitan dengan penggunaan sistem berkas untuk penyimpanan data.

  • CubeCart

    Alasan utama CubeCart tidak dipilih karena versi gratisnya jauh lebih inferior daripada versi berbayarnya, termasuk kelangkaan fitur SEF URL. Kelihatannya versi gratis CubeCart dipakai sebagai pemancing calon customer untuk mencoba CubeCart fitur berbayar yang lebih kaya fitur dan didukung oleh tim pengembang dari CubeCart.

  • osCommerce

    osCommerce versi terbaru (3.0a5) memang sudah mendukung fitur SEF URL. Namun, kelemahan utama osCommerce terletak pada tampilan yang tidak mudah dikonfigurasi dengan template. Untuk mengubah tampilan osCommerce, kita perlu mengganti beberapa berkas asli osCommerce dengan berkas hasil modifikasi kita sendiri.

    Lagi pula, versi terbaru (3.0a5) masih dalam tahap alpha, yang artinya masih dianggap belum stabil untuk digunakan ber-jualan online di server produksi.

  • Zen Cart

    Zen Cart mewarisi sebagian besar karakteristik osCommerce, karena Zen Cart dikembangkan dari osCommerce pada tahun 2003. Walaupun fitur-fiturnya melebihi osCommerce, namun sampai saat ini Zen Cart belum mendukung fitur SEF URL secara langsung. Lagipula konfigurasi awal Zen Cart menunjukkan layar dan fungsi-fungsi yang terlihat cukup kompleks untuk para pedagang online pemula.

Catatan: Sampai saat ini saya belum mengulas VirtueMart, sebuah software eCommerce lain yang cukup populer di Indonesia. Oleh karena itu, ulasan yang saya sampaikan di sini mengecualikan VirtueMart.

Pilih Magento Commerce Jika…

Magento Commerce, untuk saat ini saya nilai sebagai software eCommerce yang paling lengkap fiturnya dan fleksibel. Di samping itu, Magento Commerce juga didukung oleh Irubin Consulting/Varien, sebagai perusahaan internasional yang menyediakan layanan implementasi eCommerce dengan Magento Commerce, pada level enterprise. Dengan dukungan ini, perkembangan eCommerce pada tingkat enterprise bisa diserahkan kepada ahlinya.

Sebagai software eCommerce yang disiapkan untuk level enterprise, Magento Commerce memiliki requirement yang "agak berat". Jumlah ruang hard disk yang dibutuhkan, jumlah memori yang dipakai, dan kebutuhan CPU pada saat menjalankan Magento Commerce, di atas rata-rata software eCommerce lainnya. Hal ini bisa dianggap sebagai batasan untuk calon pedagang online yang budget-nya pas-pasan.

Magento Commerce akan sangat tepat kita pakai apabila kita mempunyai server sendiri, atau setidaknya kita memiliki VPS (Virtual Private Server) dimana kita punya kontrol terhadap sumber daya server. Menggunakan shared hosting memang memungkinkan, tetapi karena requirement Magento Commerce yang "agak berat", kita perlu mengkomunikasikan penggunaan Magento Commerce kepada penyedia layanan web hosting. Kita perlu menyampaikan segala resiko potensial dari penggunaan Magento Commerce, terutama penggunaan sumber daya server, agar tidak terjadi salah pengertian di kemudian hari.

Magento Commerce tergolong software eCommerce yang cukup kompleks dan perlu waktu untuk memahaminya. Jika latar belakang kita adalah IT, yang sedikit banyak tahu tentang server, software, apalagi bahasa pemrograman, Magento Commerce mungkin cukup menarik untuk dipelajari. Namun, apabila fokus kita memang hanya berjualan, kita perlu mempercayakan kepada orang lain yang memang ahli dalam implementasi Magento Commerce.

Gambar berikut ini menunjukkan halaman depan toko online yang dibuat dengan Magento Commerce:

 

magento home
 

 

Magento Commerce juga cocok untuk membuat mall virtual. Dengan kemampuannya untuk membuat banyak toko online hanya dengan satu instalasi, Magento Commerce bisa digunakan untuk menjalankan banyak toko online yang tergabung dalam satu domain. Jadi mirip seperti mall, hanya saja bentuknya virtual, atau hanya ada di dunia maya, yang diwakili dengan nama domain dan sub domainnya.

OpenCart vs PrestaShop

OpenCart dan PrestaShop, keduanya memiliki fitur yang cukup lengkap. Keduanya tergolong ringan dan bisa di-instal tanpa kesulitan di lingkungan shared hosting. Keduanya cukup mudah dipelajari. Dan keduanya bersaing cukup ketat dalam memperebutkan pelanggan yang tertarik menggunakan software eCommerce open source yang gratis.

OpenCart dikembangkan oleh orang Inggris. Sedangkan PrestaShop dikembangkan di Perancis. Karakteristik orang Inggris yang kaku namun solid memang terlihat dalam OpenCart. Demikian pula karakteristik orang Perancis yang menekankan segi estetika tampak pada PrestaShop. Oleh karena itu, dari sisi tampilan PrestaShop terlihat lebih menarik dibandingkan dengan OpenCart.

Kedua gambar berikut ini menunjukkan halaman depan toko online yang dibuat dengan OpenCart dan PrestaShop. Gambar berikut ini menunjukkan halaman depan dari toko online OpenCart:

 

 

Sedangkan gambar berikut ini menunjukkan halaman depan dari toko online PrestaShop:

 

Preta shop

 

Dari sisi fitur, PrestaShop juga masih sedikit lebih unggul dibandingkan dengan OpenCart. Fitur-fitur berikut ini, saat ini hanya ada dalam PrestaShop:

  • Produk pilihan (featured products)
  • Membedakan antara pemasok dan merek
  • Adanya pengelompokan pada atribut tambahan produk
  • Adanya tag produk
  • Adanya attachment produk (bisa untuk brosur elektronik)
  • Adanya fitur untuk me-retur order
  • Adanya fitur bingkisan hadiah

Jika dari sisi fitur dan tampilan terlihat PrestaShop unggul, artinya pilihan mesti jatuh ke PrestaShop dibandingkan OpenCart. Namun sebelum memutuskan untuk memilih PrestaShop, terlebih dahulu akan saya ulas fitur SEF URL pada keduanya.

SEF URL pada OpenCart dan PrestaShop

OpenCart memberikan kebebasan kepada kita sebagai pemilik toko online untuk mendefinisikan SEF URL sesuai keinginan. Misalnya, produk kita bernama Ipod Nano, maka kita bisa memiliki SEF URL yang sama dengan nama produk, yaitu ipod-nano. Namun kita juga bebas mendefinisikan URL produk kita dengan kata-kata lain yang mungkin bisa menambah makna URL produk, misalnya pemutar-musik-bagus-murah-ipod-nano.

PrestaShop juga memberikan kebebasan kepada kita untuk menentukan SEF URL produk berdasarkan nama produk. Tetapi, SEF URL harus mengandung ID dari produk. Jadi misalnya produk Ipod Nano kita ID-nya adalah 1, maka SEF URL-nya adalah kategori/1-ipod-nano.html, dimana kategori adalah SEF URL untuk kategori dimana produk tersebut ditempatkan.

Kalau membandingkan kedua cara penentuan SEF URL antara OpenCart dan PrestaShop, saya lebih memilih cara yang dilakukan oleh OpenCart. Hal ini karena cara tersebut lebih fleksibel.

Namun, baik OpenCart maupun PrestaShop memiliki problem duplikasi konten (duplicate content). Duplikasi konten sebaiknya dihindari karena akan berpengaruh terhadap output SEO (Search Engine Optimization) dari tautan produk.

Problem duplikasi konten ini paling parah terjadi pada OpenCart. Sebuah produk bisa memiliki tautan yang berbeda, tergantung dari mana produk tersebut diakses. Konten yang sama dengan tautan yang berbeda-beda menimbulkan problem duplikasi konten. Misalnya produk Ipod Nano diakses dari halaman depan, tautan untuk produk tersebut adalah:

/ipod-nano

Namun, apabila Ipod Nano kita masukkan dalam kategori MP3 Players, kemudian kita mengakses Ipod Nano dari kategori tersebut, maka tautan untuk produk tersebut menjadi:

/mp3-players/ipod-nano

Berikutnya, produk Ipod Nano dibuat oleh pabrikan Apple. Dalam OpenCart, kita juga bisa mengakses produk tersebut dari pabrikannya. Dalam kasus ini, tautan untuk produk tersebut akan menjadi:

/apple/ipod-nano

Nah, dari skenario di atas terlihat untuk satu produk terdapat tiga tautan yang berbeda:

  • /ipod-nano
  • /mp3-players/ipod-nano
  • /apple/ipod-nano

Sedangkan problem duplikasi konten yang mungkin terjadi pada PrestaShop tidak berasal dari dalam, melainkan potensial berasal dari luar situs. Hal ini karena nama kategori dan produk pada SEF URL PrestaShop bisa diabaikan sama sekali. Yang terpenting pada SEF URL PrestaShop adalah ID dari produk.

Misalnya, SEF URL yang dihasilkan oleh PrestaShop adalah:

/mp3-players/1-ipod-nano.html

Kita bisa mengganti nama kategori dan produk, dan tetap mendapatkan halaman produk yang sama, misalnya:

/mobil/1-toyota-avanza.html

Terlihat bahwa nama kategori dan produk tidak ada hubungan sama sekali dengan nama kategori dan produk yang didefinisikan pertama kali atau secara internal.

Namun secara internal, problem duplikasi konten dengan pola seperti ini tidak terjadi. Artinya problem ini hanya mungkin terjadi kalau ada situs eksternal yang mereferensi sebuah produk dalam toko online kita dan memiliki kesalahan tulis baik pada kategori maupun nama produk.

Kesimpulan

Memilih dan menentukan software eCommerce yang tepat mesti mempertimbangkan tujuan, skenario, dan sumber daya yang kita miliki. Dari berbagai software eCommerce yang sudah saya ulas dalam blog ini, muncul tiga kandidat yang layak untuk dipertimbangkan, yaitu Magento Commerce, OpenCart, dan PrestaShop. Magento Commerce memiliki fitur terlengkap dan fleksibilitas yang tinggi, namun membutuhkan sumber daya server dan manusia yang juga tinggi. Sedangkan PrestaShop masih lebih unggul dibandingkan OpenCart dalam hal fitur dan tampilan. Namun, fleksibilitas OpenCart dalam menentukan SEF URL, membuatnya memiliki keunggulan tersendiri. Baik OpenCart maupun PrestaShop memiliki masalah duplikasi konten yang perlu dicarikan solusinya sebelum kita memutuskan untuk menggunakannya.

Semoga bermanfaat Smile

 sumber : suhanto.com





30 Komentar :


coffe_1n
15 Juni 2010 - 17:34:29 WIB
dari ulasan diatas, kyknya mending pake PrestaShop atau OpenCart... project kecil sih.. btw, thank u henry.. :)

Henry
16 Juni 2010 - 08:50:51 WIB
@indra : sama-sama mas...semoga bermanfaat :D

wahyu
18 Juni 2010 - 12:56:15 WIB
saya pilih opencart ja ah...

Memphis
15 Juli 2010 - 16:24:42 WIB
opencart lebih simple. installasi juga gak ribet

Henry
16 Juli 2010 - 01:10:44 WIB
@wahyu dan @Memphis : mana aja boleh terkandung selera kalian..... :D

Ajek
09 Agustus 2010 - 11:35:29 WIB
Presthashop payah bangetz..... banyak modul yang bikin Crash.....
::T.T::
ada yang tau cara export content dari presthashop gag???? ane mau Pindah OpenChart Wae

angzt
28 Agustus 2010 - 10:10:51 WIB
kok isinya persis dengan
http://suhanto.com/magento-opencart-prestashop/ r
mengapa tidak disebutkan sumbernya?

Agus Suhanto
28 Agustus 2010 - 12:26:17 WIB
Baru tau dr angzt, kalau tulisan ini mengambil dari blog saya di suhanto.com. Nggak apa-apa copy sebagian atau seluruhnya tapi minta tolong kasih link juice ke suhanto.com :)

DVD BOLA
31 Agustus 2010 - 16:11:07 WIB
Alow mas salam kenal .......

terus terang saya masih milih-2 dan sekarang lagi coba open cart yg bikin kesel .. belum coba prestashop, kalo memang opencart error lagi ... say mau pinda ke presta

REgra

Henry
12 September 2010 - 06:14:08 WIB
@mas agus suhanto : maaf mas lupa kasih link nya karena ini awal-awal webnya up...sekarang sudah saya beri sumbernya.. :)

wasallam

yoiyo
20 Oktober 2010 - 14:15:03 WIB
moga postingan di atas buat pede saya utk pakai prestashop, masih tahap belajar sih

AnzCyber
02 Desember 2010 - 13:24:34 WIB
boleh dicoba neh PrestaShop.. soalnya saya masih pernah nyoba OpenCart
ada yg tau tentang modifikasi tampilan OpenCart gk???


khiang
22 Desember 2010 - 00:10:16 WIB
mas. opencccart bisa pake bahasa Indonesia gak yah???

toko bunda ceria
22 Desember 2010 - 12:52:58 WIB
mau bantu share aja
@AnzCyber
tampilan gmna y?klu template, d situs opencart juga sediakan, tinggal d upload aja
@khiang : bisa ko mas, masuk situs opencart aja, ada modul untuk bhasa indonesianya CMMIW

ismail hasan
27 Desember 2010 - 16:29:30 WIB
syukron

adminor
04 Januari 2011 - 14:17:21 WIB
Pas banget lagi butuh info soal e-commerce nih. Dari awal sih saya lebih cenderung ke prestashop. Tampilannya lebih elegan, bagus buat memikat calon costumer supaya betah berlama-lama.

determity
13 Februari 2011 - 23:25:01 WIB
q dah nyoba bbrp tp blum nemu yg cocok aja,
prestshop srg error kalo nambah produk(produk ga keluar malam muncul broken link?, zen carty tampilannya terlalu sederhana, os commerce jg ha bgt cantik, jd (?_?)

Aji
25 Maret 2011 - 10:24:13 WIB
saya sekarang lagi belajar pake opencart nih.

pake wordpress memeng kurang bagus.

BISNIS ONLINE | BLOG BISNIS ONLINE
28 Maret 2011 - 08:43:06 WIB
Nice info, lagi cari-software ecommerce neh..

massol
30 Maret 2011 - 11:35:16 WIB
Penjelasannya luar biasa, makasih banget mas

HAFIDH RM
30 Maret 2011 - 17:51:45 WIB
terima kasih atas referensinya mas ...
saya sudah coba prestashop sekarang mau coba opencart (lebih simple) hehehe :D
pake prestashop rumit configurasinya ... :D

pulzzahut media
16 Mei 2011 - 02:14:11 WIB
terimakasih referensinya , kalo virtuemart bagus gak mas ?

Penggemar Suhanto dot com
19 Juni 2011 - 16:05:49 WIB
Blog nya niru dari Suhanto.com nih !!!

Duplicate Content !!!
Woi ... Jangan Copas (Copy Paste Mulu) woi...

Be Creative dunkzzzzz

minie
01 Juli 2011 - 15:56:59 WIB
Mantap, mau coba pake Magento untuk toko saya. Sepertinya tampilannya sangat bagus.
www.gaunspecial.com

Jizz Dancer
27 Oktober 2011 - 12:09:36 WIB
Prestashop lebih fantastis!

Orawae
27 Oktober 2011 - 12:10:26 WIB
LokoShop fleksibel dan gut SEF drpd semuanya :))

rohim4n
17 Januari 2012 - 09:20:54 WIB
Thank you sob, sangat teramat membantu artikelnya
Nice Post :)

Sianto
16 Maret 2012 - 17:32:54 WIB
Thanks, it's nice article

yudistealth
03 April 2012 - 23:01:53 WIB
Hmmm.. thanks y boss..
ktemu jg jawaban'a, klo dr vote di softaculous lebih tinggi penggunaan Prestashop.. tp hnya berbanding tpis, jujur bkin bingung mna yg bagus..
jd smua itu bs disetting template'a spt kita set template di wordpress y, tinggal cari yg cocok trus upload & install.. regards.

artikel motivasi
18 April 2012 - 23:31:49 WIB
Wah jadi bingung nih mau milih opencart atau prestashop. Atikelnya sangat menarik

Isi Komentar :
Thank you! Message Sent!
ERROR: Message Not Sent!
Nama * :
Website :
ex: www.ilmuit.maniaxpc.com (tanpa http://)
Komentar* 
  
Kode * (Masukkan 6 kode diatas)
 
  

,


 
kembali keatas
Design downloaded from Ilmu IT ManiaxPC.